Mengenal Profesi Product Manager, Apa Saja Tugas dan Job Desc-nya?

JOB

Suara.com – Buat kamu yang sedang mencari pekerjaan, kamu pasti tak asing dengan profesi product manager. Tapi, tahukah kamu apa tugas seorang product manager?

Maria Sahara, Product Lead dari startup unicorn Xendit, membagikan pengalamannya bekerja sebagai product manager di perusahaan rintisan di bidang teknologi finansial (fintech). Bisa jadi bekal juga buat kamu yang tertarik dengan profesi ini

1. Fokus Berikan Solusi untuk Permasalahan Pengguna
Menurut Maria, seorang Product Manager harus bisa menjawab dan menerjemahkan kebutuhan pengguna kepada engineer di balik layar. Selain itu, Product Manager juga memiliki tanggung jawab untuk meyakinkan perusahaan kenapa fitur harus segera dibuat, berdasarkan analisis perbandingan antara upaya yang dibutuhkan dan keuntungan yang bisa didapat.

Karena itu, untuk bisa menjadi Product Manager yang baik, kamu perlu berempati dan memahami betul pengalaman pengguna ketika mengoperasikan platform/aplikasimu. Untuk mendapatkan umpan balik yang efektif dan jujur, kamu juga bisa meminta testimoni atau pendapat langsung dari pengguna, serta memantau komentar pengguna (biasanya via Play Store atau Apple Store). Setelah memahami akar permasalahannya, barulah Product Manager bisa menghadirkan produk dan inovasi teknologi yang menjawab kebutuhan pasar secara tepat.

Baca Juga:
Hati-Hati dengan Pria Berseragam, Pengacara Ini Ungkap 5 Profesi Terburuk untuk Dijadikan Suami

2. Kemampuan untuk Mendengarkan
Salah satu hal yang harus dimiliki seorang Product Manager adalah keterampilan mendengarkan dan menyimak hal-hal yang eksplisit maupun implisit. Misalnya, ketika berencana membuat produk digital baru, selalu tanyakan pada diri sendiri “Apa saja kira-kira hambatan yang akan dihadapi tim dalam proses eksekusi?”

Langkah ini, menurut Maria, akan membuat kita bisa mengantisipasi risiko dan solusi yang tepat, jika terjadi masalah di tengah jalan.

“Product Manager berada di tengah-tengah antara produk, pengguna, perusahaan, dan masalah yang ingin dipecahkan. Pendeknya, kita menjadi orkestrator untuk semua hal tersebut. Karena itu, kita harus punya skala prioritas yang terstruktur, dan harus bisa menyederhanakan masalah besar menjadi masalah kecil. Jika tidak, bisa-bisa kita malah kewalahan karena banyaknya input dari berbagai arah,” ungkap Maria, mengutip siaran pers yang diterima Suara.com.

3. Biasakan menjalankan komunikasi yang terstruktur
Peran strategis Product Manager adalah menjadi orkestrator penghubung untuk berbagai pemangku kepentingan – yang seringkali memiliki pandangan serta objektif yang berbeda-beda. Baik itu urusan produk, perizinan, hukum, ataupun teknologi, seorang Product Manager harus bisa mengambil alih kontrol dan mengkomunikasikan kepada seluruh pihak terkait agar setiap masalah yang dihadapi tim dapat terselesaikan dengan baik.

Struktur komunikasi yang baik dan terstruktur sangat diperlukan agar setiap pemangku kepentingan bisa memahami maksud kita secara jelas. Untuk dapat memiliki komunikasi yang terstruktur, mulailah dengan memperjelas konteks, pertanyaan, dan arahanmu saat berbicara.

Baca Juga:
Sahabat Bongkar Masa Lalu AHY, Jalan Hidup Nyaris Berubah Jika Terima Profesi Ini

4. Memiliki visi jangka panjang
Seiring berjalannya waktu, Product Manager pun memiliki pilihan karirnya sendiri, apakah kamu berencana menjadi generalis atau spesialis. Menjadi spesialis berarti kamu akan berfokus pada keahlian atau domain tertentu.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS