Anak Pengungsi Afganistan dan Korban Bencana Belajar Ilmu Hidroponik di The Studying Farm Cianjur

LEARNING

Laporan Wartawan Tribun Jabar Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNNEWS.COM, CIANJUR – Tak hanya remaja berusia 15-20 tahun dari berbagai wilayah di Indonesia yang ada di The Studying Farm, dua orang pengungsi asal Afganistan juga sudah hampir empat bulan belajar bercocok tanam tanaman hidroponik.

Pelajar asal berbagai daerah dari Aceh sampai Papua ini terlebih dahulu diseleksi untuk mendapatkan beasiswa belajar bercocok tanam hidroponik gratis selama empat bulan di The Understanding Farm yang berada di Desa Kawungluwuk, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur.

Mereka yang lulus adalah yang benar-benar membutuhkan pendidikan karena keterbatasan biaya dan tak ada akses untuk belajar bertani.

Senin (30/5/2022) siang, dua orang pengungsi dari Afganistan berbaur dengan puluhan pemuda lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia.

Bertempat di sebuah inexperienced household mereka mendapat piket memasukan kompos ke dalam polybag kecil untuk benih sayuran.

Ada 40 jenis sayuran yang dikembangkan di The Understanding Farm yang memiliki luas lahan 2,4 hektare ini.

Beberapa pemuda lainnya bertugas memanen dan menyiram.

Baca juga: TKI Asal Cianjur Pulang dengan Tangan Hampa, padahal Berada di Arab Saudi 11 Tahun

Empat bulan pendidikan hampir selesai ditempuh oleh para pemuda dan pemudi ini. Mereka rata-rata puas tinggal di asrama dan mendapat berbagai ilmu yang bermanfaat.

Seorang pengungsi asal Afganistan, M Taki Ehsoni (23), mengatakan ia sudah fasih berbahasa Indonesia dan merasa beruntung mendapatkan pembelajaran bertani.