Solusi Device Understanding untuk Gangguan Pendengaran

LEARNING

Liputan6.com, Jakarta – Gangguan pendengaran adalah objek penelitian ilmiah yang berkembang pesat. Alasannya, populasi generasi Infant Boomers mengalami gangguan pendengaran terus meningkat seiring dengan pertambahan usia.

Untuk memahami bagaimana gangguan pendengaran berdampak pada manusia, para peneliti mempelajari kemampuan orang untuk mengenali ujaran.

Sebagai contoh, lebih sulit bagi sebagian orang untuk mengenali ujaran jika ada gema atau kebisingan latar belakang yang signifikan, seperti kebisingan lalu lintas. Kasus serupa juga berlaku bagi orang dengan gangguan pendengaran. 

Oleh karena itu, algoritma alat bantu dengar sering digunakan untuk meningkatkan kemampuan pengenalan suara manusia.

Untuk mengevaluasi algoritma tersebut, para peneliti melakukan eksperimen yang bertujuan untuk menentukan rasio signal-to-sound di mana sejumlah kata tertentu (biasanya 50 persen) dapat dikenali.

Dalam sebuah makalah yang terbit di Acoustical Modern society of America, para peneliti dari Jerman mengeksplorasi model pengenalan ujaran manusia berdasarkan Equipment Studying dan Deep Neural Networks.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

https://www.youtube.com/observe?v=bniiJKIMDq4