Sebelum Terlanjur Terjebak, Ketahui Purple Flags di Tempat Kerja untuk Para Career Seeker

JOB
&#13
Ilustrasi – Apa Saja Pink Flags di Tempat Kerja untuk Para Work Seeker (Sumber: KG Media )
&#13

Penulis : Fransisca Natalia | Editor : Fadhilah

JAKARTA, KOMPAS.Television – Bagi para pencari kerja sebaiknya mengetahui crimson flags sebelum berkerja.

Crimson flags dalam hal ini merupakan istilah atau tanda-tanda untuk berhenti dari perusahaan yang tadinya tampak nyaman ditempati, ternyata mempunyai nilai-nilai yang tidak sejalan dengan diri.

Mengingat, para pelamar pekerjaan, termasuk lulusan baru, biasanya tidak mempunyai pertimbangan untuk memilih dengan ketat perusahaan yang dituju.

Alhasil, tanpa melihat sisi negatifnya dulu, mereka terlanjur terjun ke dalamnya.

Purple flags dapat dilihat dari perusahaan-perusahaan yang melanggar aturan atau memiliki lingkungan yang poisonous.

Purple flags yang paling umum atau yang paling sering ditemui, yaitu berkaitan dengan karyawan tidak diberikan jaminan kontrak.

Padahal, di aturan itu diminta untuk diberikan jaminan kontrak atau salinan perjanjian kerja.

Mincot dari HRD Bacot mengungkapkan pula, tanda purple flags yang paling banyak dilakukan adalah dibayar di bawah UMR.

“Pembayaran itu setidaknya 75 persen itu gaji pokok dan sisanya berupa tunjangan tetap, tapi hal-hal seperti itu nggak dilakukan,” ujar Mincot.

Selain itu, ada peristiwa yang sering terjadi secara musiman. Banyak kasus karyawan kontrak yang diputus kontraknya tepat sebelum memasuki bulan puasa.