PNM Jawa Timur Gandeng INKA untuk Proyek Centered Mastering

LEARNING

Politeknik Negeri Madiun (PNM), Jawa Timur, bersama PT INKA (Persero), D-Tech Engineering dan SMK PGRI 1 Mejayan, Madiun, melaksanakan perjanjian kerja sama dengan Produksi untuk Project Based Mastering (PBL).

Kerjasama ini menjadi salah satu komitmen untuk mendukung software Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam penguatan lulusan yang siap kerja di dunia industri.

Dalam perjanjian kerja sama ini, PT INKA memberikan kontrak pekerjaan kepada D-Tech Engineering berupa pembuatan kursi kereta api sejumlah 440 device yang akan digunakan di kereta eksekutif.

“Kemendikbudristek mendukung skema implementasi PBL. Ini merupakan implementasi nyata dari Merdeka Belajar, Website link and Match, Kurikulum Merdeka, Project Centered Discovering, dan Teaching Manufacturing facility,” ungkap Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto dalam keterangan pers yang diterima ngopibareng.id Senin 16 Mei 2022.

Dalam skema ini, siswa dan mahasiswa yang akan mengelola dan mengerjakan proyek tersebut, akan terlatih secara professional, baik aspek tender ability maupun challenging ability sambil belajar dan berkuliah.

Wikan berharap, kerja sama dengan industri ini selain menguatkan delicate talent, really hard skill, dan karakter siswa SMK, diharapkan mampu memberikan perspektif tentang kontribusi dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dapat dikolaborasikan secara riil dengan industri selaku pengguna. “Tentunya, SMK akan berupaya untuk memenuhi standar-standar produksi industri,” ujarnya.

D-Tech Engineering bersama SMK dan PNM diajak bekerja secara profesional dengan mutu dan waktu yang telah disepakati. Untuk keperluan produksi, mesin-mesin komputer kontrol numerik/Personal computer Numerically Controlled (CNC) buatan D-Tech Engineering dan para ahli yang dimiliki akan diterjunkan ke SMK dan PNM untuk memberikan pelatihan, dan selanjutnya memproduksi kursi kereta api eksekutif tersebut agar tepat waktu dan standar mutu yang telah ditetapkan oleh PT INKA.

Jika proyek ini sukses, ke depan akan banyak lagi peluang mendapatkan proyek-proyek dan pekerjaan dari PT INKA, yang tentunya akan berdampak lebih banyak lagi institusi pendidikan vokasi yang terlibat dan dapat menerapkan PBL.

Sementara itu pelaksana pekerjaan nantinya akan melibatkan 4-5 SMK yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta PNM yang akan dikoordinasi oleh D-Tech Engineering. Adapun waktu pelaksanaan pekerjaan adalah 90 (sembilan puluh) hari kalender dengan tuntutan kualitas dan biaya sesuai dengan permintaan PT INKA.

“Cara belajar terbaik itu, ya sambil langsung praktik menangani proyek profesional, tentunya setelah dasar fondasinya digarap. Sehingga, siswa SMK akan merasakan atmosfer bagaimana berkomunikasi dengan klien, dikejar focus on, memproses produk berstandar industri, serta mendapat umpan balik dari pengguna. Ini akan menguatkan tender talent mereka,” terang Wikan.

Dirjen Wikan pun mengucapkan terima kasih kepada PT INKA yang telah mempercayai pendidikan vokasi untuk turut mengembangkan lengan produksinya ke SMK.

“Kita berharap, skema ini bisa direplikasi dengan SMK, kampus vokasi, dan industri-industri yang lain. Sehingga, ke depan tidak heran akan banyak SMK yang memiliki omzet ratusan juta/miliaran for each bulan, dan semakin banyak proyek yang melibatkan SMK untuk mendukung rantai produksi industri,” tutur Wikan.

Diketahui, D-Tech Engineering didukung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi juga memasukkan kerja sama tersebut dalam kegiatan ‘Battle of TeFa’ (Teaching Manufacturing facility). Beberapa partisipan, yakni SMK, akan dipantau sejauh mana bisa memberikan suplai produk berstandar industri untuk dihilirisasikan ke industri pengguna, salah satunya PT INKA melalui kerjasama tersebut.

Selain itu, Dirjen Wikan juga meresmikan training manufacturing facility PNM dengan luas 1.200 m2 yang telah disediakan untuk memfasilitasi kegiatan PBL di kampus 1 PNM. Ditambah lagi, ada beberapa hasil riset penelitian yang dilaksanakan oleh dosen yang diperoleh dari skema pendanaan akan dimanfaatkan sebagai PBL.

Adapun salah satu alat hasil riset keilmuan terapan dalam negeri dosen perguruan tinggi vokasi yang dimanfaatkan untuk kegiatan PBL, yaitu Mesin Ice Tube Sensible (MITS). Mesin ini memiliki teknologi rapid freezing method berbasis smart relay, sehingga mampu meminimalisasi mekanisme sistem handbook untuk peningkatan produksi ice tube. Dengan adanya educating manufacturing facility serta inovasi-inovasi terkini dari civitas akademika PNM diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas lulusan pendidikan vokasi.