Perjalanan Kartika Siti Aminah hingga Dobrak Sejarah di IBL: It’s Ridiculous Position!

JOB
Jogja – Sejarah tercipta di Indonesian Basketball League (IBL) 2022. Seri 2 Bandung menjadi panggung perdana bagi pelatih perempuan pertama di liga profesional putra Indonesia. Dia adalah Kartika Siti Aminah, pelatih DNA Bima Perkasa yang menggantikan posisi Dean Murray di tim basket asal Kota Gudeg itu.

Lalu, siapakah sosok pelatih yang akrab disapa Ika itu? Berikut wawancara detikJateng dengan Mentor Ika.

Perempuan asal Yogyakarta itu sejak dulu sudah jatuh cinta dengan basket. Dia mengawali karier sebagai atlet basket sebelum akhirnya terjun ke dunia kepelatihan.”Saya itu dulu atlet, dari tingkat kejurnas, PON, sampai Kobanita (Kompetisi Bola Basket Wanita) sampai 2008,” kata Coach Ika, Rabu (9/2/2022).

Setelah pensiun sebagai atlet, alumni UGM itu mulai meniti karier sebagai pelatih. Tim pertama yang ditanganinya yakni salah satu sekolah di Surabaya. “Mulai melatih kalau tidak salah 2008 atau 2009 di salah satu SMA di Surabaya. Celebration saya pertama di DBL itu,” ucapnya.

Usai melatih tim SMA, coach Ika melanjutkan karier melatih tim Universitas Airlangga Surabaya. Kemudian, melatih di Surabaya Fever selama tiga musim. Ia kemudian pulang ke Jogja melatih tim UGM hingga akhirnya berlabuh ke Bima Perkasa.

Sebagai pelatih, Coach Ika tak pernah berhenti menimba ilmu dari banyak mentor. Tentu, yang menjadi kiblat utama dia belajar basket modern cenderung ke Amerika dan Eropa.

“Saya lebih suka Amerika sama Euro (Eropa) sekarang yang lebih tepat untuk basket Indonesia itu lebih ke Eropa ya,” ujarnya.

Mencetak sejarah dengan menjadi pelatih perempuan pertama di kompetisi basket profesional pria Indonesia tak pernah ada di benak Coach Ika. Dia datang waktu itu dengan semangat untuk membuat Bima Perkasa bangkit.

Baginya, menjadi pelatih perempuan pertama di IBL adalah anugerah dari Allah SWT.

“Saya tidak berpikir sampai segitu. Waktu itu dalam pikiran saya itu ya sudah. Literally adalah pekerjaan yang gila, its crazy work. (Datang) Di tengah musim, di tim yang tidak pernah menang. Dalam pikiran dan benak saya itu bagaimana bikin sistem permainan yang lebih cepat untuk penyesuaian anak-anak. Bagaimana percaya diri anak-anak tumbuh, itu yang lebih utama saya pikirkan,” ucapnya.

“Saya juga waktu itu tidak berpikir ‘wah saya menjadi pelatih yang pertama’ dan segala macam. Ya bagi saya itu anugerah dari Allah, sesuatu yang all-natural saja, tapi itu benar-benar tidak kepikiran,” imbuhnya.

Menjadi perempuan yang memimpin tim putra bagi Coach Ika bukan hal mudah. Namun, kehadiran Mentor Gogor Nugroho bisa menjembatani keterbatasan-keterbatasan itu.

“Pasti ada kendala, dalam arti, ya saya kan sudah begini, outfit saya begini. Jadi segala keterbatasan itu ada lebih. Makanya saya butuh coaching staf yang menutup keterbatasan itu, dan tantangannya banyak,” katanya.

“Cuma kita profesional saja, participant itu kan apa yang kita programkan. Mereka tahu betul system itu bagus, ya bagi mereka baik-baik saja. Lebih ke profesional itu,” tambahnya.

Mentor Ika pun bercerita bagaimana prosesnya kembali ke tim Bima Perkasa. Seperti diketahui, Coach Ika pada musim sebelumnya menjadi asisten pelatih di Bima Perkasa. Waktu itu pelatih kepala dijabat David Singleton yang kini membesut Prawira Bandung.

Sementara, pada musim ini nama Coach Ika awalnya tidak masuk dalam jajaran tim pelatih. Namun, di bawah komando Dean Murray, Bima Perkasa gagal overall di semua gim Seri 1. Empat kekalahan beruntun membuat manajemen merasa cukup dengan Dean dan ‘memulangkan’ Coach Ika.

Coach Ika pun memiliki target untuk mengembalikan permainan Bima Perkasa paling tidak seperti musim kemarin.

“Jadi ini hitungan jam saja. Saya ditelepon sama operator, cuma berpikir waktu itu cuma disuruh bantu-bantu lagi saja. Karena saya lihat permainan anak-anak seperti itu. Tapi setelah ketemu proprietor langsung ditawari (melatih),” tuturnya.

“Waktu itu alasannya, salah satunya saya tahu banget anak-anak itu seperti apa. Dari time kemarin saya lebih mengenal anak-anak,” sambungnya.

Sebagai pelatih dan mantan atlet basket, Coach Ika yakin akan munculnya pelatih-pelatih basket putri di Indonesia. Ia pun berharap kesempatan pelatih putri untuk unjuk gigi bisa segera datang.

“Untuk pelatih perempuan saya yakin banyak juga yang bagus. Cuma ya tinggal tunggu kesempatan saja,” pungkasnya.

Simak Video “Momen Gading Marten Bertemu Gibran di Solo Jelang IBL 2022
[Gambas:Video 20detik]
(skm/dil)