Job Suit Eselon II, Pemkab Muna Diduga Bohongi KASN

JOB

” Position match terhadap 29 pejabat eselon II lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna terus menuai polemik ”

MUNA, TELISIK.ID – Work fit terhadap 29 pejabat eselon II lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna terus menuai polemik.

Pasalnya, pejabat yang akan mengikuti uji kompetensi itu masih terdaftar pada jabatan lama. Sementara, ada beberapa dari pejabat itu, telah dilantik empat bulan lalu pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru.

Parahnya lagi, ada kepala OPD yang pensiun tahun ini bakal mengikuti career match. Adalah Dahlan Kalega, Asisten III. Ia akan dijob in shape di jabatan lamanya, kepala dinas (kadis) Kominfo.

&#13
&#13


Dari fakta-fakta yang ada itu, Zahrir Baitul, anggota Komisi I DPRD Muna menilai, pemkab melalui Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) diduga telah membohongi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk mendapatkan rekomendasi pelaksanaan career suit. Karena, BKPSDM mengajukan usulan jabatan lama.

“Saya melihatnya, KASN telah dibohongi. BKPSDM tidak jujur, karena masih mengusulkan pejabat di task in shape di jabatan lama,” kata Zahrir, Senin (13/6/2022).

Baca Juga: Muna Barat Raih Predikat Daerah Bebas Frambusia Kedua se-Sulawesi Tenggara

Politisi Hanura itu tidak mempersoalkan pelaksanaan position in shape. Toh, tujuannya baik untuk menghasilkan ASN yang profesional sesuai dengan kompetensi di bidangnya masing-masing.

Wakil Bupati (Wabup) Muna, Bachrun Labuta mengakui ada kekeliruan pada rotasi mutasi yang lalu. Harusnya, sebelum rotasi mutasi dilakukan, terlebih dahulu dilakukan position healthy.

Baca Juga: Antisipasi PMK Ternak Meluas, Polda Jawa Timur Kerahkan Satgas Pemeriksaan di 81 Titik

“Kita berharap ke depan tidak terulang lagi. Career suit kali ini, untuk melegitimasi rotasi mutasi yang lalu,” katanya.

Sementara itu, Sekda Muna, Eddy Uga menerangkan persoalan career in good shape tidak usah terlalu dibesar-besarkan. Memang, sesuai aturan, work fit dapat dilakukan dua tahun setelah menduduki jabatan. Namun, karena ada pertimbangan lain dari pimpinan yang menginginkan pejabat yang berkualitas, maka dilakukan job in good shape untuk menguji kompetensi. Karena itu, dilakukan job healthy di jabatan lama.

“Tidak ada masalah. Bagi teman-teman yang hasilnya bagus, pasti tidak akan dirotasi. Jabatannya pasti tetap,” tandasnya. (A)

Penulis: Sunaryo

Editor: Musdar